Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terus menimbulkan dampak serius, terutama pada lahan gambut di mana api dapat bertahan di lapisan bawah tanah meskipun permukaan sudah terlihat padam. Bara yang tersisa berisiko memicu kebakaran kembali sehingga pemantauan dan pendinginan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, pemadaman dari udara melalui water bombing dinilai perlu dioptimalkan. Selain armada pemadaman, ketersediaan air, peralatan, dan logistik juga menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla.
Kekeringan yang menyulitkan petugas memadamkan api turut membuat sebagian masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Warga di kawasan rawan kebakaran, termasuk petani dan pekebun, menghadapi ancaman berlapis berupa paparan asap yang mengganggu kesehatan serta terganggunya aktivitas ekonomi.
Kelompok rentan seperti anak-anak, balita, dan lanjut usia membutuhkan perhatian khusus. Berbagai bantuan telah disalurkan, termasuk masker, multivitamin, air bersih, sumur bor, peralatan pemadam kebakaran, serta Rumah Aman Asap di Palangka Raya yang menyediakan layanan nebulizer dan oksigen.