Mantan presiden membentuk koalisi politik-militer baru dengan tujuan melawan pemerintah yang sedang berkuasa. Langkah ini diambil di tengah eskalasi konflik bersenjata yang semakin memanas. Koalisi tersebut dikabarkan siap melakukan pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan saat ini. Situasi ini meningkatkan ketegangan politik dan keamanan di kawasan tersebut.