Kelompok milisi Houthi Yaman memperingatkan Amerika Serikat agar tidak ikut campur dalam perang melawan Arab Saudi, dengan ancaman balasan cepat dan menyakitkan yang menargetkan kepentingan AS di kawasan. Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan bantuan untuk Saudi menyusul serangan Houthi di bandara Riyadh yang menewaskan 13 orang. Houthi menuduh Riyadh dalang serangan bandara Sanaa pada Juli lalu, dan sejak itu meningkatkan serangan terhadap fasilitas minyak, kapal tanker, serta bandara Saudi. Serangan terbaru di Bandara King Khalid menjadi yang paling mematikan dalam satu dekade, dengan korban termasuk jemaah umrah, sementara ledakan kembali terdengar di Riyadh dan koalisi Saudi mengklaim mencegat dua rudal Houthi.