Seorang peneliti di laboratorium pes di Siberia meninggal dunia setelah diduga terinfeksi penyakit pes. Insiden ini memicu pertanyaan tentang prosedur keselamatan di laboratorium yang menangani patogen berbahaya tersebut. Pihak Rusia memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kematian, sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut merespons dengan pernyataan terkait risiko penularan. Indonesia juga disebut memberikan respons, meskipun belum ada laporan kasus serupa di dalam negeri. Kasus ini menyoroti pentingnya protokol biosekuriti di fasilitas penelitian penyakit menular.