Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu, Teheran tetap bersiap menghadapi potensi konfrontasi baru dengan menguji sistem pertahanan udara dan menggelar latihan militer. Pemimpin redaksi surat kabar Iran Al-Wefaq, Mokhtar Haddad, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa militer Iran tidak mendasarkan perhitungan pada pernyataan Trump karena adanya ketidakpercayaan terhadap retorika terkait pemilu. Iran memperkirakan tekanan berkelanjutan dan konflik akan berlangsung selama dua tahun ke depan, serta menganggap setiap kesepakatan hanya bersifat sementara. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Iran ingin mengakhiri perang.