Tepat empat tahun lalu, Tragedi Kanjuruhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada 1 Oktober 2022, merenggut sedikitnya 135 nyawa suporter. Korban terdiri dari 90 laki-laki dan 45 perempuan, termasuk 43 anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun, dengan korban termuda berusia 3 tahun 10 bulan. Dua anggota kepolisian yang bertugas juga menjadi korban. Mayoritas kematian disebabkan oleh asfiksia, trauma fisik, dan sesak napas akibat penumpukan serta kepanikan di pintu keluar sempit setelah tembakan gas air mata.
Hingga kini, memori duka dan tuntutan keadilan masih kuat dirasakan keluarga korban dan masyarakat. Meski stadion telah direnovasi, publik sepak bola Indonesia menolak lupa. Aksi solidaritas pernah dilakukan suporter di Piala AFF 2022 dengan spanduk 'Mereka Bukan Meninggal tapi Dibunuh' dan 'Usut Tuntas Kanjuruhan'.
Dukungan internasional juga mengalir, termasuk dari fans Bayern Munich yang membentangkan spanduk di Allianz Arena dan FIFA yang mengibarkan bendera setengah tiang di markasnya di Zurich sebagai bentuk belasungkawa.