Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran meminta penambahan sumur bor di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk mempercepat pemadaman dan menjaga kelembapan lahan gambut. Hingga 29 Agustus 2026, masih ada 15 titik kebakaran yang belum padam dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 60.000 hektare, ditangani oleh ribuan personel gabungan.
Dampak karhutla ini menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah hingga masuk kategori tidak sehat. Gubernur meminta instansi terkait segera menyediakan posko terpadu, dapur umum, masker, dan fasilitas oksigen bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Presiden Prabowo Subianto turut merespons dengan menambah tiga unit helikopter water bombing dan 200 pompa air. Gubernur menekankan agar penanganan tidak berhenti saat api padam, melainkan harus dilanjutkan dengan pemantauan terus-menerus untuk mencegah kebakaran berulang.