Banjir Bandang Nepal dan Tiongkok: 633 Tewas, Hampir 3.000 Orang Hilang

Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 15.42
Banjir Bandang Nepal dan Tiongkok: 633 Tewas, Hampir 3.000 Orang Hilang

Sumber Berita Asli

mediaindonesia.com RSS Feed

Baca di Website Asli ↗
Banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda Nepal dan Tiongkok telah menelan 633 korban tewas dan hampir 3.000 orang dilaporkan hilang hingga Sabtu (30/8). Bencana ini menyebabkan dampak paling parah di Nepal dengan 626 korban jiwa dan 2.426 orang belum diketahui keberadaannya. Wilayah Chitwan, Nawalparasi East, Gorkha, Dhading, dan Nuwakot di Nepal menjadi titik terdampak parah setelah Sungai Bhotekoshi dan Trishuli meluap. Krisis ini juga melibatkan banyak warga asing, di mana 261 wisatawan berhasil dievakuasi, namun 320 warga India dan ratusan pekerja proyek PLTA masih hilang. Di Tiongkok, dilaporkan tujuh orang tewas dan 554 orang hilang. Kendala infrastruktur kelistrikan dan komunikasi yang rusak akibat material banjir menjadi hambatan utama dalam memperbarui data korban serta upaya pencarian di lapangan. Pemerintah Nepal kini telah menyetujui masuknya tim pencarian internasional dan mengerahkan 4.811 personel keamanan. Palang Merah Internasional memperkirakan sekitar 93.000 orang terdampak secara keseluruhan, dengan angka korban diperkirakan masih akan bertambah seiring akses ke wilayah terisolasi mulai terbuka.

Berita Terkait Lainnya