Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengusulkan pemulihan akses inspektur nuklir ke fasilitas yang diserang sebagai imbalan keringanan sanksi AS dalam pertemuan tertutup di PBB New York. Tawaran ini dinilai berpotensi membuka terobosan dalam perundingan damai yang 그동안 stagnan. Diplomats menyatakan langkah ini mencerminkan tekanan ekonomi ekstrem yang dihadapi Iran, dengan inflasi mendekati 90% dan pelemahan rial 30% akibat blokade ekspor minyak. Usulan ini muncul di tengah ketegangan tinggi dan ancaman-ancaman timbal balik antara Iran dan AS.