Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Asia Tenggara masih menyelimuti Singapura dan Malaysia, dengan kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Data IQAir per Rabu (14/10/2026) menunjukkan AQI US di sejumlah wilayah Singapura mencapai 158-260, sementara Malaysia seperti Johor, Selangor, Melaka, Pahang, dan Kuala Lumpur juga terdampak. Kota Samarahan, Sarawak, di Pulau Kalimantan turut mencatat udara tidak sehat. Laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengonfirmasi kabut asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga pekat di Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, Sumatra, dan Sarawak bagian barat, dengan beberapa stasiun pemantauan melaporkan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.