Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan bantuan kemanusiaannya untuk Nepal menjadi US$3,6 juta atau sekitar Rp56 miliar pascabencana banjir bandang dahsyat di perbatasan Nepal-Tiongkok. Dana darurat ini difokuskan untuk penyediaan logistik dan bantuan pangan bagi ribuan keluarga terdampak.
Di tengah penyaluran bantuan, sepuluh warga negara AS dilaporkan hilang tanpa kabar saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Kailash saat banjir menyapu wilayah tersebut. Komunikasi dengan rombongan tersebut terputus mendadak sejak Rabu lalu.
Kekhawatiran keluarga semakin meningkat karena beberapa anggota rombongan yang hilang merupakan lansia yang membutuhkan perawatan medis rutin. Sudah lebih dari 80 jam tidak ada kabar mengenai keberadaan mereka.
Kedutaan Besar AS di Nepal dan Tiongkok tengah bekerja sama intensif untuk mendampingi warganya dan mendukung upaya pencarian. Sementara itu, keluarga korban terus berkoordinasi dengan anggota Kongres AS untuk mempercepat proses evakuasi.