Akupunktur telah lama dikenal sebagai terapi untuk nyeri, namun penelitian modern menunjukkan manfaatnya juga luas untuk berbagai keluhan kesehatan pada usia lanjut. Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Amerika Serikat (NCCIH) menyebut akupunktur dapat membantu nyeri punggung dan leher, nyeri lutut akibat osteoartritis, serta nyeri pascaoperasi.
Untuk osteoartritis lutut, tinjauan penelitian menemukan akupunktur lebih efektif dibandingkan tanpa pengobatan dalam mengurangi nyeri. Pedoman American College of Rheumatology dan Arthritis Foundation juga memberikan rekomendasi bersyarat untuk akupunktur pada osteoartritis lutut, pinggul, dan tangan, meski tetap bukan satu-satunya pilihan penanganan.
Selain nyeri muskuloskeletal, akupunktur diteliti untuk migrain dan sakit kepala tipe tegang. NCCIH menyebut bukti kualitas sedang bahwa akupunktur dapat mengurangi frekuensi migrain. Namun, manfaatnya tidak berlaku sama untuk semua penderita, dan penyebab sakit kepala tetap perlu diketahui, terutama jika muncul tiba-tiba atau disertai gejala lain.
Bagi lansia, akupunktur menjadi salah satu pendekatan nonobat yang dapat dipertimbangkan bersama dokter, terutama bila penggunaan obat tertentu perlu hati-hati. Terapi ini berfungsi sebagai bagian dari penanganan, bukan pengganti pemeriksaan dan pengobatan medis yang dibutuhkan.