Pengalaman traumatis menyaksikan persalinan sulit istri dan depresi pascapersalinan membuat Alex West memutuskan menjalani vasektomi di usia 20-an tahun. Alex dan istrinya sepakat untuk tidak menambah jumlah anak, dan ia menganggap vasektomi sebagai pilihan kontrasepsi yang paling adil agar tidak membebani istrinya.
Kasus serupa dialami Sam Knight dari Amerika Serikat, yang memilih vasektomi di usia 22 tahun setelah pasangannya melakukan aborsi. Sam ingin fokus pada kariernya sebagai perancang suara gim video dan merasa tidak memiliki ruang mental, waktu, maupun keinginan untuk menjadi orang tua.
Karena usianya yang masih muda, keduanya mendapat banyak pertanyaan dan pertimbangan ketat dari dokter terkait sifat prosedur yang permanen serta risiko pembatalan yang mahal. Meski demikian, data di Inggris menunjukkan adanya peningkatan prosedur vasektomi pada laki-laki di bawah 30 tahun dalam beberapa tahun terakhir.
Baik Alex maupun Sam menyatakan tidak menyesal dengan keputusan mereka. Meski ada efek samping ringan pascaoperasi, mereka merasa prosedur yang cepat tersebut sangat sepadan untuk mendapatkan ketenangan pikiran dan menjalani hidup sesuai dengan pilihan pribadi mereka.