Obat Bukan Jadi Kunci Utama Penanganan Kanker, Hal Ini Harus Diperkuat

Senin, 31 Agustus 2026 pukul 15.39
Obat Bukan Jadi Kunci Utama Penanganan Kanker, Hal Ini Harus Diperkuat

Sumber Berita Asli

VIVA - Berita Harian Terkini, Terpopuler, Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Pengobatan kanker di Indonesia menuntut pendekatan komprehensif yang melibatkan kolaborasi multidisiplin, tidak hanya bergantung pada kemajuan obat atau teknologi semata. Kolaborasi ini harus mencakup berbagai profesi kesehatan, fasilitas medis, pemerintah, akademisi, hingga komunitas pasien. Data GLOBOCAN 2022 mencatat 408.661 kasus baru kanker dan 242.988 kematian di Indonesia. Tanpa perubahan strategi yang bermakna, beban kasus dan kematian akibat kanker diperkirakan dapat meningkat hingga 63 persen antara tahun 2025 hingga 2040. Ketua Pelaksana ROICAM 13, Eka Widya Khorinal, menegaskan bahwa tantangan seperti rendahnya kesadaran skrining, keterlambatan diagnosis, hingga keterbatasan akses terapi tidak bisa diselesaikan oleh satu profesi atau institusi saja. Keberagaman disiplin ilmu justru menjadi kekuatan utama untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi pasien. Selain itu, kanker harus dipandang sebagai penyakit sistemik yang berdampak pada tubuh secara menyeluruh dan sering disertai penyakit penyerta. Oleh karena itu, peran dokter spesialis penyakit dalam sangat krusial untuk mengevaluasi kondisi pasien secara holistik guna menjamin keamanan dan efektivitas terapi.

Berita Terkait Lainnya

Obat Bukan Jadi Kunci Utama Penanganan Kanker, Hal Ini Harus Diperkuat - Gaya Hidup Kesehatan - Feedify