Dokter Spesialis Jantung dari IHC RS Pusat Pertamina, dr. Maya Munigar Apandi, menyampaikan bahwa pemeriksaan calcium score membantu mendeteksi plak di pembuluh darah yang berisiko menyumbat arteri koroner.
Pemeriksaan ini menggunakan CT scan tanpa tindakan invasif atau zat pewarna kontras, sehingga prosesnya cepat. Hasilnya memberikan gambaran tingkat risiko penyakit jantung koroner pada pasien secara dini.
Kalsifikasi yang terdeteksi dihitung menggunakan sistem Agatston score. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin tinggi pula risiko penumpukan plak yang dapat memicu penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung.
Meski begitu, dokter tetap harus menilai risiko pasien secara keseluruhan termasuk faktor usia, hipertensi, dan diabetes. Skor di atas 400 mengindikasikan kalsifikasi berat yang biasanya membutuhkan tindakan medis lanjutan seperti kateterisasi atau pemasangan ring jantung.