Kualitas udara di Kabupaten Maros memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah Indonesia. Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengimbau warga untuk memakai masker saat beraktivitas di luar rumah sebagai langkah pencegahan risiko kesehatan akibat polusi udara. Pemkab Maros akan menerbitkan surat edaran terkait penggunaan masker dan mengingatkan warga tetap waspada hingga kualitas udara membaik.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr Yunus, mengimbau kelompok rentan mengurangi aktivitas di luar rumah dan memakai masker jika terpaksa keluar. Buruknya kualitas udara berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan seperti ISPA, asma, hingga pneumonia. Fasilitas kesehatan tingkat pertama dipastikan siap melayani warga yang terdampak.
Selain memakai masker, masyarakat dianjurkan menjaga kebugaran dengan memperbanyak minum air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Pencegahan tetap menjadi langkah utama untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.