Dr. Hendri: Batik Bukan Sekadar Seragam

Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 18.42
Dr. Hendri: Batik Bukan Sekadar Seragam

Sumber Berita Asli

INDONESIA SATU - Berita Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Artikel opini ini menyoroti peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober dan mengkritisi kebiasaan memakai batik seragam yang tidak diimbangi pemahaman mendalam tentang proses, sejarah, dan nilai budayanya. Penulis menekankan bahwa batik adalah warisan budaya takbenda UNESCO yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan ekosistem perajin, bukan sekadar kain bermotif. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan jumlah perajin batik menurun dari sekitar 151.000 orang pada 2020 menjadi sekitar 101.000 orang pada 2024, meskipun nilai ekspor batik 2025 mencapai 30,62 juta dolar AS. Penurunan ini mengancam regenerasi dan keberlanjutan pengetahuan membatik. Selain itu, banyak konsumen tidak dapat membedakan batik tulis, batik cap, dan tekstil bermotif cetak, sehingga perajin mengalami ketidakadilan harga. Penulis mengajukan sepuluh langkah nyata, antara lain pendataan nasional perajin, pelabelan produk yang jujur, perlindungan motif tradisional, penghasilan layak dan jaminan sosial bagi pembatik, integrasi batik dalam pendidikan lintas disiplin, penguatan sentra melalui fasilitas produksi dan pengolahan limbah, serta pengadaan pemerintah yang memprioritaskan produk batik dalam negeri yang dapat ditelusuri. Kesimpulannya, kebanggaan terhadap batik harus diwujudkan melalui tindakan nyata: mempelajari prosesnya, membayar harga yang adil, melindungi perajin dan lingkungan, serta mewariskan pengetahuan kepada generasi muda. Batik baru benar-benar menjadi warisan apabila kehidupan orang yang membuatnya ikut dijaga.

Berita Terkait Lainnya