Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus Influenza A di Indonesia dan Asia Tenggara. Namun, data surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026 menunjukkan kondisi ini masih berada pada kategori sedang dan belum mengkhawatirkan. Warga mengeluhkan gejala yang cukup parah, mulai dari sakit kepala hebat, pegal persendian, hingga batuk yang menekan. Virus ini berpotensi berbahaya bagi kelompok rentan seperti lansia dan penderita penyakit komorbid.
Epidemiolog Masdalina Pane menilai pemerintah terkesan santai dalam memberikan peringatan dan arahan pencegahan kepada masyarakat, berbeda dengan langkah ketika pandemi Covid-19. Ia menekankan pentingnya protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker untuk menghambat penularan virus yang cepat menyebar.
Menkes Budi Gunadi menjelaskan virus dominan yang menyerang adalah H1N1 PDM09, sementara varian 'super flu' H3N2 subclade K menunjukkan penurunan kasus dibanding tahun lalu. Vaksinasi influenza tidak termasuk dalam program pemerintah, sehingga disarankan bagi masyarakat yang ingin membelinya secara mandiri guna meningkatkan daya tahan tubuh.
'Batuk yang terasa menekan hingga sakit persendian' – Kasus influenza A 'meningkat' di Indonesia, seberapa parah gejalanya? - Gaya Hidup & Kesehatan - Feedify