Sony telah mematenkan teknologi AI yang memungkinkan NPC dan boss dalam game untuk mempelajari perilaku pemain berdasarkan data seperti reaksi, dodge, parry, penggunaan senjata, hingga jumlah retry. Paten berjudul AI-Adapted Non-Player Character for Video Game System ini dipublikasikan di Amerika Serikat pada 1 Oktober 2026 dan menggunakan machine learning untuk menganalisis interaksi pemain, termasuk damage yang diberikan dan diterima, pola pergerakan, serta waktu respons terhadap serangan.
Sistem ini dapat mengubah perilaku NPC, termasuk pola pergerakan, strategi bertarung, interaksi sosial, dialog, dan karakteristik lainnya. Untuk boss fight, musuh dapat menyesuaikan strategi berdasarkan kebiasaan pemain, bukan sekadar mengulang serangan yang sama. Data yang dikumpulkan juga mencakup frekuensi dan keberhasilan dodge, block, serta parry, sehingga AI dapat mengetahui kecenderungan pemain dalam bertahan atau menyerang.
Meskipun menawarkan tantangan yang lebih dinamis, teknologi ini menimbulkan kekhawatiran bagi gamer. Adaptasi yang terlalu agresif dikhawatirkan menghilangkan rasa progres, karena pola serangan yang terus berubah dapat membuat strategi yang sudah dikuasai tidak lagi efektif. Pemain membutuhkan konsistensi untuk belajar, dan kegagalan bisa terasa sebagai hukuman alih-alih kesempatan berkembang.
Sony juga membuka kemungkinan penggunaan data dari banyak pemain untuk melatih model, sehingga perilaku boss dapat berkembang berdasarkan pola komunitas yang lebih luas. Paten ini berpotensi diterapkan pada game menantang seperti Soulslike, di mana pemain biasanya mengulang pertarungan untuk menyempurnakan timing dodge atau parry.