Roblox terus mengembangkan teknologi AI untuk mempermudah pembuatan game melalui alat bernama Build, yang memungkinkan pengguna mengubah instruksi teks menjadi permainan yang dapat dipublikasikan. Namun, Roblox menilai kualitas game tidak cukup hanya dari kode yang berjalan tanpa kesalahan, tetapi juga harus menyenangkan dan memiliki tujuan jelas.
Untuk itu, Roblox mengembangkan kerangka evaluasi yang mengukur kualitas game dari empat aspek utama: kualitas spesifikasi game, struktur dan desain game, kedalaman gameplay, serta pengalaman pemain. Pendekatan ini penting karena game bersifat interaktif dan kualitasnya perlu diuji melalui pengalaman bermain langsung.
Data hingga 1 September 2026 menunjukkan lebih dari 100.000 pemain telah mencoba Build sejak peluncuran alfa di Selandia Baru, dengan sekitar 9.000 game dipublikasikan. Menariknya, 71 persen pengguna Build belum pernah menggunakan Roblox Studio sebelumnya, menunjukkan potensi AI membuka peluang bagi kreator tanpa pengalaman teknis.