Castlevania: Belmont’s Curse review: a classic platformer given fresh new blood

Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 07.00
Castlevania: Belmont’s Curse review: a classic platformer given fresh new blood

Sumber Berita Asli

Latest from TechRadar

Baca di Website Asli ↗
Castlevania: Belmont's Curse menandai kembalinya seri platformer ikonik ini setelah lebih dari satu dekade, dikembangkan oleh Evil Empire, tim di balik Dead Cells, dan diterbitkan oleh Konami. Game ini mengikuti Rose Belmont, putri Trevor Belmont dan Sypha Belnades, yang bertugas menghentikan ancaman baru yang membanjiri Paris dengan bimbingan ayahnya dan kekuatan kutukan misterius di lengannya. Dari segi gameplay, Belmont's Curse menghadirkan platforming dan pertarungan khas Castlevania dengan berbagai senjata mulai dari cambuk ikonik hingga gauntlet, serta kemampuan khusus yang didapat setelah mengalahkan bos. Desain level yang fenomenal, pertarungan bos yang menegangkan, dan eksplorasi bergaya Metroidvania menjadi kekuatan utama game ini, meskipun tingkat kesulitannya cukup tinggi dan bisa membuat frustrasi. Secara visual, game ini menggabungkan gaya 2D dan 3D menyerupai Dead Cells, dengan performa frame-rate yang stabil meski masih terdapat beberapa glitch audio dan visual. Ceritanya cukup memadai dengan beberapa twist menarik, tetapi terasa agak dangkal di beberapa bagian. Secara keseluruhan, Castlevania: Belmont's Curse dinilai sebagai platformer aksi yang solid dan layak menyandang nama Belmont, meski bukan blockbuster besar yang diharapkan banyak penggemar. Game ini tersedia di PS5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch 2, dan PC dengan harga $39.99.
Castlevania: Belmont’s Curse review: a classic platformer given fresh new blood - Gaming - Feedify