Wamenekraf mendorong wellnes jadi peluang baru pertumbuhan ekonomi

Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 14.33
Wamenekraf mendorong wellnes jadi peluang baru pertumbuhan ekonomi

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Kalau kita lihat, salah satu peluang ekonomi kreatif adalah wellness.Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf)/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Irene Umar mengatakan perkembangan gaya hidup masyarakat yang semakin memperhatikan kesehatan membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk mengembangkan produk dan pengalaman berbasis wellness.“Kalau kita lihat, salah satu peluang ekonomi kreatif adalah wellness. Ini sangat selaras dengan gaya hidup yang berkembang, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk negara-negara lain,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Selasa.Irene melihat tren gaya hidup sehat atau wellness semakin besar, karena Indonesia memiliki kekayaan budaya dan produk lokal yang dapat dikemas menjadi bagian dari pengalaman yang bernilai ekonomi.Menurut Irene, konsep wellness tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan jiwa, raga, gaya hidup, hingga ritual yang berkembang di masyarakat.Ia menilai kekayaan lokal seperti jamu dan berbagai minuman tradisional Indonesia memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri wellness. Pengembangan tersebut dapat menciptakan nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk kreatif berbasis budaya.“Gaya hidup kita terus berubah, dan perhatian terhadap kesehatan semakin meningkat. Kita bisa melihat bagaimana jamu dan berbagai minuman yang ada di sini menjadi bagian dari wellness,” katanya lagi.Potensi ekonomi tersebut juga tercermin dalam Festival Merah Putih yang memadukan berbagai subsektor kreatif melalui tiga pilar, yakni “Raga”, “Rasa”, dan “Raya”. Rangkaian acara mencakup 5K Fun Walk, kuliner, apresiasi kopi dan teh, produk lokal, seni, budaya, hingga permainan tradisional.Irene menilai model festival seperti ini dapat menjadi ruang pertemuan antara komunitas, pelaku usaha kreatif, generasi muda, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut penting untuk membangun ekosistem ekraf yang tidak hanya menghasilkan kegiatan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku lokal.Managing Director Bimasena Adriel Simorangkir mengatakan Festival Merah Putih merupakan agenda tahunan yang tidak hanya menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal.“Festival ini kami buat bukan cuma sekadar untuk perayaan saja, tetapi juga sebagai upaya untuk mendorong ekosistem ekonomi kreatif lokal dan mengajak generasi muda semakin mencintai serta melestarikan budaya Nusantara,” ujar Adriel.Festival tersebut juga menghadirkan bazar kuliner dan produk lokal, pertunjukan seni, live art painting, serta berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda dan komunitas.Menurut Irene, pengembangan ekonomi kreatif berbasis wellness pada akhirnya dapat menjadi peluang untuk mengubah kekayaan budaya dan gaya hidup lokal menjadi produk serta pengalaman yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih luas.Baca juga: Kemenpar jadikan Jakarta dan Bali percontohan wisata kebugaranBaca juga: Survei Herbalife: Budaya "Wellness" Kian Menguat di Asia Pasifik, Empat dari Lima Konsumen Prioritaskan Kesehatan HolistikPewarta: Fitra AshariEditor: Budisantoso Budiman Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Berita Terkait Lainnya