Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dijalankan dengan fleksibel untuk menghadapi gejolak geopolitik global yang semakin meluas. Ia menyampaikan hal ini dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita, Kamis (8/10/2026).
Menurut Suahasil, meskipun APBN ditetapkan melalui undang-undang, pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan situasi dunia yang berubah, seperti ketegangan geopolitik, konflik antarnegara, bencana alam, dan volatilitas harga komoditas.
Pemerintah pada tahun 2026 menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.154 triliun untuk membiayai belanja Rp3.843 triliun, dengan defisit 2,68%. Suahasil menekankan pentingnya adaptasi cepat terhadap kondisi global yang tidak pasti.