Praktisi migas Hadi Ismoyo mendorong BUK Migas untuk menerapkan sistem bagi hasil yang fleksibel dalam RUU Migas terbaru. Ia menyatakan skema konvensional dengan porsi 85% bagi pemerintah dan 15% bagi kontraktor perlu dievaluasi agar sesuai dengan tingkat kesulitan dan risiko di lapangan.
Hadi berargumen bahwa fleksibilitas bagi hasil adalah kunci untuk menarik minat investor, terutama dalam kegiatan eksplorasi hulu migas yang membutuhkan modal besar. Dengan skema yang lebih adaptif, diharapkan eksplorasi dapat berjalan lebih agresif.
Tujuan utama dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan peluang ditemukannya cadangan minyak dan gas bumi raksasa (giant discovery). Hadi menekankan bahwa kebijakan ini akan menjadi pendorong utama aktivitas sektor migas di masa depan.
Dengan demikian, BUK Migas diharapkan dapat merumuskan regulasi yang lebih pro-investor guna memajukan sektor energi nasional.