Sekitar satu dekade lalu, Forbes melaporkan Vietnam sebagai calon macan Asia baru dengan pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 6,68%, jauh melampaui Indonesia yang hanya 4,94%. Modal utamanya adalah populasi muda berusia produktif, pekerja terdidik, dan keterampilan tinggi. Vietnam mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar 6,3% dari GDP, jauh lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang hanya 3,3% pada 2016, sehingga kemampuan matematika dan IPA siswa Vietnam mengalahkan AS dan Inggris. Hal ini berdampak pada tingginya kapasitas tenaga kerja terampil yang mendukung adopsi teknologi manufaktur melalui FDI. Fenomena ini menempatkan Vietnam setara dengan Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong sebagai Macan Asia. Global Innovation Index Vietnam 2026 naik ke peringkat 43, sementara Indonesia berada di peringkat 55, mencerminkan kemampuan transformasi ekonomi berbasis inovasi dan R&D.