Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 dengan total anggaran sekitar Rp31 triliun, mencakup bantuan pangan dan Bantuan Subsidi Upah (BSU). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan rencana ini setelah rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Program bantuan pangan berupa beras menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari desil 1 hingga desil 4. Setiap keluarga menerima 10 kilogram beras per bulan selama Oktober-Desember 2026, dengan total 30 kilogram jika menerima seluruh alokasi. Kebutuhan anggaran program ini diperkirakan mencapai Rp17,5 triliun.
Selain itu, pemerintah menyiapkan BSU sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp900 ribu per pekerja. Program ini ditujukan kepada sekitar 13,3 juta pekerja dengan kebutuhan anggaran hampir Rp12 triliun. Masyarakat diminta membedakan antara rencana kebijakan, kriteria penerima, dan realisasi penyaluran.
Akurasi data menjadi kunci pelaksanaan program, dengan bantuan pangan merujuk pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap informasi palsu dan hanya mengakses kanal resmi pemerintah untuk memastikan kepesertaan serta mekanisme penyaluran, menghindari tautan tidak resmi yang meminta data pribadi.