Kelas Menengah Menyusut, Apa yang Terjadi dengan Dunia Kerja Indonesia?

Rabu, 30 September 2026 pukul 23.10
Kelas Menengah Menyusut, Apa yang Terjadi dengan Dunia Kerja Indonesia?

Sumber Berita Asli

VIVA - Berita Harian Terkini, Terpopuler, Terbaru

Baca di Website Asli ↗
Kelas menengah Indonesia mengalami penyusutan signifikan, dari sekitar 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 46,7 juta orang pada 2026. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan dunia kerja yang ditandai dengan meningkatnya PHK dan melemahnya penyerapan tenaga kerja di sektor formal. Mediator Hubungan Industrial Kemenaker, C. Heru Widianto, mengungkapkan bahwa elastisitas penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi menurun tajam. Jika pada 2016 setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi menciptakan sekitar 300 ribu lapangan kerja, kini hanya menghasilkan 170 ribu hingga 190 ribu lapangan kerja. Angka PHK pasca pandemi juga melonjak dari rata-rata 20 ribu per tahun menjadi lebih dari 50 ribu per tahun, dan pada 2026 sudah mendekati 40 ribu. Melemahnya industri padat karya seperti tekstil turut berkontribusi terhadap kondisi ini. Struktur pekerjaan pun berubah, dengan pekerja informal kini mencapai hampir 56 persen, sementara pekerja formal sekitar 44 persen, terbalik dibanding periode 2019-2020. Situasi ini berdampak pada kemampuan kelas menengah mempertahankan daya beli dan kualitas hidup. Sebagian masyarakat yang sebelumnya berada di kelas menengah turun menjadi pengangguran atau beralih ke sektor informal dengan pendapatan lebih rendah, menjadikan penciptaan lapangan kerja sebagai persoalan penting dalam penyusunan aturan ketenagakerjaan.

Berita Terkait Lainnya