Jakarta, CNBC Indonesia - Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pindar terus berkembang sebagai salah satu pilar penting dalam memperluas akses pendanaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Seiring dengan semakin matangnya industri pindar, kebutuhan pengembangannya tidak lagi hanya berfokus pada edukasi masyarakat. Namun, juga pada penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inovasi, harmonisasi kebijakan, serta terciptanya ekosistem yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan.
Sebagai asosiasi resmi yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memandang perlunya forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pelaku industri jasa keuangan, investor, asosiasi, perbankan, dan mitra strategis dalam satu wadah kolaborasi.
Untuk itu, AFPI bersama CNBC Indonesia menyelenggarakan Fintech Lending Days (FLD) 2026 dengan tema "Advancing Indonesia's Digital Financing Ecosystem". Forum ini akan menghadirkan rangkaian kegiatan berupa strategic forum, business matching, networking session, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta industry showcase yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
FLD 2026 hadir dengan konsep baru sebagai strategic industry platform. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang berfokus pada edukasi dan literasi publik, FLD 2026 dirancang sebagai forum kolaborasi tingkat tinggi (high-level engagement) yang mempertemukan para pengambil kebijakan dan pelaku industri untuk menghasilkan inisiatif, kemitraan, dan sinergi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri.
Adapun FLD 2026 akan dihelat pada Jumat, 21 Agustus 2026 di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Bali. FLD 2026 juga menghadirkan sesi networking dinner pada Kamis, 20 Agustus 2026.
FLD 2026 juga akan tayang pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB di cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV.
Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar dalam Press Briefing FLD 2024 mengungkapkan pertumbuhan industri yang sangat pesat membutuhkan peran serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pendanaan yang bertanggung jawab (responsible lending).
Forum ini akan menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman yang akan menyampaikan keynote speech dan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun dalam sesi Fireside Conversation.
Tidak ketinggalan Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman turut hadir dalam sesi Strategic Conversation.
Ada juga Banking Partnership Forum dengan narasumber Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Bali Adityo Pamudji, Head of Risk & Product AdaPundi Aristama Budiono, Ketua 1 Bidang External Affairs & Advocacy AFPI/Direktur Pengembangan Bisnis UATAS Shintya Maulida, dan Sekretaris Perbarindo Bali I Wayan Suandi Adnyana.
Sementara itu, sesi Capital & Funding Forum akan menampilkan narasumber Kepala Direktorat Pengawasan Usaha Pembiayaan Berbasis Teknologi OJK Indra, Anggota Dewan Pengawas Amvesindo Agus Wicaksono, Sekretaris Jenderal Perbanas Anika Faisal, CEO AsetKu Kokko Cattaka, dan Director of Public Affairs VIDA Chaerany Putri.
Terakhir adalah Innovation and Sustainable Funding Forum dengan narasumber Deputi Direktur Direktorat Pengembangan PVML OJK Mohamad Ajie Maulendra, Head of Business and Operations Kredit Pintar Irgo Septimar Bachtiar, Direktur IT & Operasional KrediOne Defrian Afdi, Direktur Utama Samir Handy Juniandri, dan President Director of Credit Bureau Indonesia Anton K. Adiwibowo.
FLD 2026 diharapkan dapat menjadi ruang dialog untuk membahas isu-isu strategis, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta membuka peluang kerja sama yang mendukung pengembangan industri Pindar dan ekosistem jasa keuangan secara lebih luas. Melalui penyelenggaraan ini, AFPI berkomitmen memperkuat positioning industri Pindar sebagai bagian dari ekosistem jasa keuangan nasional yang inovatif, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan inklusi keuangan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.
(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]