Rusia dilaporkan melipatgandakan jumlah kapal tanker gas alam cair (LNG) dari proyek Arktiknya yang terkena sanksi AS dalam waktu kurang dari setahun.
Berdasarkan analisis data pelacakan kapal oleh Bloomberg, saat ini terdapat sedikitnya 20 kapal yang melayani fasilitas Arctic LNG 2 dan infrastruktur terkait, meningkat dari 11 kapal pada akhir Desember.
Sebagian besar armada tersebut memiliki struktur kepemilikan tidak transparan khas kapal 'dark fleet' (armada bayangan) untuk menghindari pembatasan dari negara-negara Barat sambil tetap melancarkan ekspor bahan bakar yang menguntungkan.
Kapal terbaru yang bergabung merupakan kapal canggih berkelas es buatan Rusia, dirancang untuk melintasi perairan es sepanjang tahun dan terpantau mulai memuat kargo pada akhir pekan lalu.