Rencana pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) sektor energi memicu kekhawatiran karena dinilai berpotensi menambah beban birokrasi baru alih-alih memperkuat efisiensi dan tata kelola energi nasional.
Direktur Eksekutif CESS, Ali Ahmudi, menilai sektor energi yang padat modal membutuhkan keputusan yang cepat dan responsif terhadap pasar. Pemasukan fungsi komersial berlebih ke dalam skema BLU berisiko membuat pengambilan keputusan menjadi lambat dan kontraproduktif terhadap profesionalisme.
Ali menekankan bahwa fleksibilitas pengelolaan keuangan BLU tidak otomatis menjamin efisiensi tanpa desain kelembagaan dan pengawasan yang kuat. Justru, hal itu berpotensi memperluas intervensi pemerintah dalam aktivitas bisnis energi yang seharusnya dikelola berbasis prinsip keekonomian.
Selain itu, penerapan BLU juga berisiko menimbulkan distorsi pasar jika mendapat perlakuan khusus dibanding badan usaha lain. Kondisi ini dikhawatirkan mengurangi Persaingan sehat dan membuat iklim investasi sektor energi menjadi kurang menarik.