Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.775 pada pembukaan perdagangan Kamis. Pelemahan ini dipicu oleh meningkatnya indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS jangka pendek sebagai antisipasi kenaikan suku bunga The Fed di akhir tahun.
Pasar juga sedang menunggu pidato Gubernur The Fed pada Simposium Jackson Hole untuk melihat arah proyeksi inflasi AS, yang saat ini masih berada di atas target dua persen.
Faktor domestik juga memengaruhi pergerakan rupiah, salah satunya adalah aksi demonstrasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR RI. Aksi tersebut menuntut percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi koruptor.
Selain itu, pasar tengah mengamati arah kebijakan Bank Indonesia (BI) di bawah kepemimpinan Dewan Gubernur yang baru, yang diharapkan tetap menjaga independensi serta sinergi dengan pemerintah untuk menciptakan stabilitas ekonomi.