Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada warga Bali atas antrean panjang BBM di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Gangguan distribusi dipicu kendala teknis pada kapal pengangkut BBM yang membuat jadwal bongkar muat mundur, serta peningkatan konsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite akibat selisih harga dengan BBM nonsubsidi.
Pertamina menegaskan kendala teknis dan lonjakan konsumsi bukan alasan untuk membenarkan antrean yang terjadi. Perusahaan langsung berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan Pemprov Bali untuk mempercepat penanganan, antara lain dengan meningkatkan pasokan melalui armada kapal yang tersedia dan meninjau langsung lokasi penyandaran kapal tanker.
Langkah lain adalah mempercepat distribusi BBM dari depo ke SPBU serta mengoperasikan sejumlah SPBU strategis selama 24 jam, yang telah diberlakukan di Denpasar dan Badung. SPBU di Tabanan dan Gianyar direncanakan menyusul dalam satu hingga dua hari ke depan, disertai kewajiban memasang pengumuman ketersediaan stok dan status operasional.
Simon menyatakan upaya perbaikan layanan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta pesan Danantara kepada seluruh BUMN untuk melayani dengan sepenuh hati. Pertamina berkomitmen terus meningkatkan pelayanan dan memastikan kepastian pasokan bagi masyarakat.