Pemerintah Kota Bandung memperkenalkan delapan Kawasan Wisata Kreatif (KWK) sebagai program pendukung pariwisata lokal yang mengintegrasikan potensi wisata, ekonomi kreatif, seni budaya, sejarah, dan produk unggulan masyarakat. Delapan kawasan tersebut adalah KWK Cigadung, Braga, Rajut Binong, Terpadu Gedebage, Literasi Cinambo, Kawasan Tekstil Cigondewah, Pasirkunci, dan Cibaduyut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menekankan bahwa pengembangan pariwisata memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk infrastruktur, penerangan jalan, pengelolaan taman, dan lalu lintas. Setiap KWK memiliki karakter dan potensi unggulan masing-masing, seperti seni budaya di Cigadung, pusat seni dan sejarah di Braga, serta sentra rajut di Binong Jati.
Adi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pariwisata dan kebudayaan agar setiap kawasan memiliki identitas kuat. Sektor pariwisata berkontribusi sekitar 34 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung, terutama dari pajak hotel, restoran, kafe, dan hiburan.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, delapan KWK diharapkan menjadi destinasi wisata berkarakter kuat yang membuka ruang ekonomi kreatif dan budaya bagi masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga Bandung.