Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan mencatat program Koperasi Merah Putih (KMP) telah membukukan 1.197.517 transaksi dengan dampak ekonomi mencapai Rp9,69 miliar hingga Agustus 2026. Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Hari Utomo, menyatakan volume transaksi tersebut menjadi bukti nyata dampak program terhadap perekonomian masyarakat.
Selain nilai transaksi, aspek legalitas dan formalisasi usaha juga menjadi indikator penting. Tercatat 3.074 anggota koperasi telah memiliki NPWP dan 2.517 lainnya telah mengantongi NIB, yang dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong inklusi keuangan dan memudahkan akses KUR serta bantuan pemerintah.
Hari Utomo menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar tempat bertransaksi, tetapi juga inkubator bagi UMKM untuk naik kelas menjadi usaha yang taat administrasi dan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan mandat Kanwil DJPb Sulsel dalam mengelola anggaran negara agar berdampak lebih luas, termasuk penyaluran belanja pemerintah dan dana desa secara tepat sasaran.
Ke depan, Kanwil DJPb Sulsel menargetkan peningkatan jumlah anggota koperasi yang memiliki NIB dan NPWP untuk memperkuat basis data perekonomian daerah serta meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan koperasi.