Paramount Skydance berencana menambah utang sekitar US$7,5 miliar atau Rp133,6 miliar melalui sindikasi pinjaman berjangka B dengan jaminan senior untuk mendukung merger dengan Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar serta melunasi utang tertentu. Secara keseluruhan, Paramount menargetkan tambahan utang dengan jaminan sekitar US$44,4 miliar di luar pendanaan sebelumnya. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai harga pembelian dalam akuisisi WBD dan pelunasan utang yang ada.
Pada akhir 2026, entitas gabungan Paramount-Warner Bros. diperkirakan memiliki utang bersih US$77,2 miliar berdasarkan estimasi analis Morgan Stanley, dan angka ini berpotensi direvisi seiring tambahan pinjaman yang sedang diupayakan. Larry Ellison dilaporkan memberikan jaminan pribadi untuk pendanaan ekuitas US$46,7 miliar, sementara Paramount juga mengamankan komitmen US$24 miliar dari dana kekayaan negara Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Ketiga dana Timur Tengah tersebut akan memiliki 38,5 persen saham entitas gabungan Paramount-Warner Bros. Merger ini sudah mendekati tahap akhir setelah tercapainya penyelesaian dengan jaksa agung dari 12 negara bagian terkait gugatan antimonopoli.
Meski demikian, sejumlah pihak masih berupaya menggagalkan merger, termasuk Block the Merger yang mengajukan permohonan darurat kepada Hakim Pengadilan Distrik AS Martínez-Olguín agar pihak berkepentingan diberi kesempatan mengajukan keberatan resmi.