Harga minyak mentah naik tajam setelah Iran mempertahankan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz yang ditolak AS, memperpanjang ketidakpastian logistik global. Minyak Brent melampaui US$106 per barel dan WTI mendekati US$94, mencatat kenaikan lebih dari 70% sepanjang tahun ini. Presiden Trump menyatakan tuntutan Iran terlalu jauh dan mempertimbangkan langkah serius untuk menekan harga solar, namun berharap perundingan bisa dilanjutkan minggu ini. Pasar memantau ketegangan di Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia, sementara Iran dilaporkan menargetkan kapal-kapal jalur tidak resmi.