Korea Selatan menawarkan investasi dan teknologi surya untuk terlibat dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt peak (GWp) di Indonesia. Skema yang ditawarkan mencakup pemindahan modal dan teknologi, serta perekrutan dan pelatihan tenaga kerja lokal.
Political Section Chief Kedubes Korsel Uhm Taeho menyampaikan harapan agar proyek tersebut tidak hanya melibatkan satu negara. Ia menegaskan perusahaan Korea siap membawa investasi sekaligus mentransfer pengetahuan kepada Indonesia sebagai negara tuan rumah.
Dari sisi Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI melihat transisi energi bersih sebagai komitmen ekonomi dan lingkungan. Namun, Indonesia menghadapi tantangan situasi global yang kompleks, seperti rivalitas AS-China, yang memengaruhi prioritas dan pemilihan mitra kerja sama.
Kedua negara menjadikan kerja sama energi bersih dan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda pertumbuhan hijau (green growth) yang lebih besar. Indonesia dan Korea Selatan berharap dapat mendiskusikan bentuk kerja sama energi ini secara lebih konkret di masa mendatang.