Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengungkapkan fakta bahwa distribusi subsidi BBM saat ini belum sepenuhnya tepat sasaran. Berdasarkan data mereka, sekitar 42 persen dari konsumsi BBM bersubsidi justru dinikmati oleh kelompok masyarakat yang tergolong mampu.
Temuan ini menyoroti adanya ketimpangan dalam kebijakan subsidi energi di Indonesia, di mana bantuan negara yang seharusnya berfokus pada kelompok rentan atau kurang mampu malah dimanfaatkan oleh kelas menengah ke atas. Kondisi tersebut mengindikasikan perlunya evaluasi serta perbaikan kebijakan dari pemerintah agar alokasi subsidi lebih efektif, adil, dan benar-benar menggambarkan tujuan awal pemberian subsidi.