Indonesia mengusulkan agar ASEAN mempercepat dan memperluas pengakuan bersama (MRA) atas keterampilan tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan hal ini penting untuk memperluas mobilitas pekerja terampil di kawasan tersebut.
Yassierli menilai perubahan dunia kerja akibat kecerdasan buatan, digitalisasi, dan transisi hijau menuntut pekerja dibekali keterampilan baru. Oleh karena itu, pengembangan SDM harus menjadi prioritas bersama negara-negara ASEAN yang menghadapi tantangan serupa.
Indonesia juga melihat peran penting mitra Plus Three, yaitu Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Pengalaman ketiga negara ini dalam standar okupasi dan sertifikasi industri dapat mendukung ASEAN mempercepat agenda pengakuan bersama tersebut.
Sistem MRA yang lebih kuat diharapkan dapat memperkuat kredibilitas keterampilan ASEAN secara global, menciptakan pencocokan talenta yang lebih baik dengan kebutuhan industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.