Amerika Serikat dikabarkan tengah merundingkan akuisisi saham signifikan di sektor minyak Venezuela yang mencakup selusin ladang minyak dengan cadangan sekitar 90 miliar barel.
Negosiasi tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodríguez. Pengembangan cadangan oleh perusahaan swasta ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara Venezuela.
Laporan menyebut Presiden Donald Trump sebelumnya telah membahas rencana kepemilikan saham ini sebelum terjadinya agresi militer dan penculikan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari. Dialog antarpejabat kedua negara disebut masih berlangsung hingga Juli.
Di samping itu, AS dan Venezuela tengah merundingkan agenda bilateral baru, mencakup pemberantasan perdagangan narkoba, pencairan dana yang dibekukan, eksplorasi tambang, penjualan minyak, serta dimulainya kembali dialog diplomatik.