Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyatakan hilirisasi kelapa sawit Indonesia berjalan di tempat. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Investasi, Hilirisasi, Energi dan Lingkungan Hidup Kadin Indonesia 2026 di The Langham, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Ia membandingkan produktivitas industri sawit nasional dengan Malaysia yang dinilai jauh lebih efisien dan tinggi, meski Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Yang membuat pernyataan ini berbobot adalah pengakuannya sendiri bahwa Indonesia baru bisa menyaksikan penerapan B50 — campuran biodiesel 50 persen — setelah bertahun-tahun menunggu. Padahal, seluruh bahan mentah sawit tersedia di dalam negeri. Faisol menyebut sejumlah produk turunan yang belum tergarap maksimal: gliserin, surfaktan, hingga karoten. Ditambah lagi, produksi fatty alcohol disebut tengah menghadapi persoalan ekspor ke Amerika Serikat.Artinya, persoalan hilirisasi sawit bukan sekadar keterbatasan bahan...