Jakarta, CNBC Indonesia - Industri baja nasional menghadapi tekanan dari meningkatnya volume impor di tengah melemahnya permintaan baja di sejumlah pasar utama dunia. Kondisi ini menjadi perhatian karena produk baja murah dari negara dengan kapasitas produksi besar berpotensi mencari pasar baru, termasuk Indonesia.
Direktur Eksekutif The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Harry Warganegara mengatakan, kondisi pasar baja Indonesia tidak bisa disederhanakan hanya dengan membandingkan porsi produk lokal dan impor secara agregat. Perbedaan jenis, spesifikasi, hingga kemampuan produksi domestik membuat peta persaingan setiap produk berbeda.
"Untuk market share antara produk domestik dan i...