Jakarta, CNBC Indonesia - Aliansi keamanan bentukan Rusia, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), menghadapi tekanan setelah Armenia membuka peluang untuk keluar dari blok yang selama ini menjadi salah satu instrumen pengaruh Moskow di kawasan Eurasia.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menegaskan kembali bahwa negaranya tidak akan mengaktifkan kembali keikutsertaannya dalam CSTO.
"Saya bisa katakan dengan pasti bahwa kami tidak akan mengaktifkan kembali partisipasi kami dalam CSTO; kami tidak akan mengaktifkannya," kata Pashinyan di hadapan parlemen, Senin (24/8/2026), seperti dikutip Newsweek.

Pashinyan bahkan menyatakan Armenia akan menyambut baik jika CSTO mengambil keputusan...