REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti tingginya harga beras fortifikasi yang dinilai tidak wajar. Menurut dia, selisih harga yang terlalu besar berpotensi menambah tekanan terhadap inflasi, terutama jika beras tersebut dikonsumsi masyarakat dalam jumlah besar.
Amran mengatakan pemerintah tengah menelusuri persoalan beras fortifikasi, termasuk dugaan ketidaksesuaian kandungan dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan juga dilakukan setelah muncul sorotan terhadap harga beras fortifikasi yang jauh di atas harga beras pada umumnya.
Baca Juga
Bulog Pastikan Distribusi Beras di Kalimantan Tetap Lancar Meski Terkendala Kabut Asap
Mentan Amran Pastikan Pangan Korban Gempa NTT Terpenuhi, Bulog Salurkan Ribuan Ton Beras
Pemprov Sumsel dan TPID Telusuri Penyebab Stok Beras Premium Menipis di Palembang
"Kita cek karena stok banyak. B...