Jakarta (ANTARA) - Belakangan ini, kata desil semakin sering terdengar dalam percakapan sehari-hari. Orang mulai bertanya, "Saya desil berapa?" Pertanyaan itu terdengar sederhana. Namun, bagi sebagian keluarga, jawabannya dapat terasa penting.Posisi dalam desil sering dikaitkan dengan akses terhadap berbagai program perlindungan sosial. Karena itu, ketika posisi desil berubah, muncul pula kekhawatiran apakah bantuan yang selama ini diterima akan berubah.Kekhawatiran tersebut sebenarnya dapat dipahami. Ketika sebuah istilah statistik mulai berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, angka tidak lagi terasa sebagai angka. Ia dapat menjadi harapan, kekhawatiran, bahkan penentu keputusan.Namun, mungkin kita perlu melihat desil dengan cara yang sedikit berbeda. Desil bukanlah label tentang siapa yang miskin dan siapa yang kaya. Desil adalah cara untuk melihat posisi relatif seseorang atau keluarga dalam distribusi kesejahteraan.Desil sebagai petaBayangkan sebuah peta. Ketika kita mel...