Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 20.56

banyak yang hoaks, banyak yang palsu, banyak yang fitnahJombang (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau seluruh peserta Muktamar ke-35 NU menjaga ketenangan dan kesejukan serta tidak terpengaruh informasi bohong atau hoaks menjelang pelaksanaan forum tersebut.Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf dalam keterangannya di Jombang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan banyak informasi dan potongan pemberitaan di media sosial yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di lingkungan NU."Saya berharap kita bisa sama-sama menjaga ketenangan, kesejukan. Di medsos itu banyak sekali komentar-komentar, potongan-potongan berita yang jauh dari kenyataan," katanya.Ia meyakini para peserta Muktamar ke-35 NU tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, termasuk kabar palsu dan informasi yang dinilai dapat merugikan organisasi.Menurut dia, persiapan Muktamar ke-35 NU, baik dari sisi teknis maupun konsep, telah tuntas sehingga seluruh pihak diharapkan dapat berkonsentrasi pada pelaksanaan muktamar.Baca juga: Jelang Muktamar NU, penyusunan DPT sudah 95 persen"Persiapan-persiapan di tingkat teknis maupun konsep sudah tuntas sepenuhnya. Untuk itu saya ingin menyampaikan, banyak sekali di medsos menjelang muktamar ini berita-berita yang tidak benar, berita-berita yang merusak jam'iyah Nahdlatul Ulama," ujar Saifullah yang juga Menteri Sosial.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi NU untuk menghormati ulama, kiai, dan guru.Menurut dia, perbedaan pandangan menjelang muktamar semestinya tidak disampaikan dengan cara yang dapat merendahkan atau menyerang para ulama."Dari awal kita dididik untuk menghormati ulama, menghormati kiai, menghormati guru-guru kita. Sekarang kita lihat ada sebagian di antara kita, di lingkungan ulama, yang mulai kehilangan kendali diri dan memberikan pernyataan-pernyataan yang tidak seharusnya," katanya.Saifullah tidak menyebut secara terperinci isu yang beredar di media sosial, tetapi mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.Baca juga: Yenny Wahid: Rekonsiliasi mutlak dilakukan usai Muktamar Ke-35 NUIa menilai upaya menjaga suasana kondusif merupakan bagian dari penghormatan terhadap tradisi dan warisan para pendiri NU."Saya tidak tahu ada unsur kesengajaan atau tidak. Isu-isu yang marak itu saya terus terang enggak mau menyebut satu per satu. Tapi banyak yang hoaks, banyak yang palsu, banyak yang fitnah," ujarnya.PBNU berharap seluruh peserta dan warga NU menjaga persaudaraan selama rangkaian Muktamar ke-35 NU sehingga forum tersebut berlangsung tertib, sejuk, dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi jam'iyah Nahdlatul Ulama.Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026 dengan mengusung semangat kegembiraan, kerukunan, dan kemaslahatan.Forum permusyawaratan tertinggi NU tersebut akan diikuti peserta dari berbagai daerah.Baca juga: Jelang Muktamar, Gus Lilur ingatkan NU tak jadi "kendaraan politik"PBNU juga telah mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU dan berharap Presiden dapat memenuhi undangan tersebut.Pewarta: Asmaul ChusnaEditor: Edy Sujatmiko Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.