Jakarta (ANTARA) - Dalam ajaran Islam, kehidupan manusia tidak berhenti ketika seseorang meninggal dunia. Kematian menjadi awal dari perjalanan menuju kehidupan akhirat. Setelah meninggalkan dunia, manusia memasuki alam barzakh, yakni alam perantara antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat hingga datangnya hari kebangkitan.Secara bahasa, barzakh berarti penghalang atau sekat yang memisahkan dua hal. Dalam konteks kehidupan setelah kematian, alam barzakh dipahami sebagai kehidupan yang berada di antara dunia dan akhirat. Manusia yang telah meninggal tidak lagi dapat kembali ke dunia untuk memperbaiki amalnya.Gambaran mengenai alam barzakh salah satunya terdapat dalam Al Quran Surah Al-Mu'minun ayat 99-100. Allah SWT berfirman:حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِلَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ"Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sungguh, itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan."Ayat tersebut menggambarkan penyesalan seseorang ketika kematian datang. Ia berharap dapat kembali ke dunia untuk memperbaiki amal, tetapi kesempatan tersebut sudah tidak ada. Setelah kematian, manusia berada di alam barzakh sampai tiba waktunya dibangkitkan.Alam barzakh sebagai tahap kehidupan setelah kematianDalam Islam, kehidupan manusia dapat dipahami melalui tiga tahapan, yakni kehidupan di dunia, alam barzakh atau alam kubur, dan kehidupan akhirat.Dunia menjadi tempat manusia menjalani kehidupan sekaligus mengumpulkan amal sebagai bekal untuk kehidupan berikutnya. Setelah meninggal, manusia memasuki alam barzakh. Selanjutnya, seluruh manusia akan dibangkitkan untuk menjalani kehidupan akhirat dan menerima balasan atas amal yang telah dilakukan selama hidup.Karena itu, alam barzakh dapat dipandang sebagai penghubung antara kehidupan dunia dan akhirat. Di alam tersebut, manusia mulai mendapatkan gambaran mengenai kehidupan yang akan dihadapinya kelak.Sejumlah penafsiran mengenai barzakh juga menjelaskan bahwa alam tersebut merupakan kehidupan yang berada di antara alam materi dan alam nonmateri. Di sana, ruh manusia berada hingga datangnya hari kebangkitan.Baca juga: Menutup mata saat shalat, bolehkah menurut ajaran Islam?Apa yang terjadi di alam barzakh?Dalam sejumlah hadis, termasuk hadis yang diriwayatkan dari Al-Barra' bin 'Azib, dijelaskan mengenai perjalanan ruh setelah seseorang meninggal dunia.Bagi orang yang beriman dan menjalani kehidupan dengan amal saleh, ruhnya mendapatkan perlakuan yang baik. Setelah melalui perjalanan yang digambarkan dalam hadis, ruh tersebut dikembalikan ke jasadnya. Kemudian datang dua malaikat yang memberikan pertanyaan mengenai Tuhan, agama, dan rasul yang diikutinya.Orang yang beriman dapat menjawab pertanyaan tersebut. Setelah itu, digambarkan bahwa kuburannya dilapangkan dan dibukakan jalan menuju kenikmatan surga. Ia juga diperlihatkan tempat yang akan menjadi tujuannya di akhirat.Sebaliknya, orang yang tidak beriman atau memiliki keburukan amal digambarkan mengalami keadaan yang berbeda. Ia tidak mampu menjawab pertanyaan yang diberikan dan mendapatkan kesengsaraan di alam kubur.Gambaran tersebut menunjukkan bahwa alam barzakh bukan sekadar masa menunggu tanpa keadaan apa pun. Dalam pemahaman Islam, manusia sudah mulai merasakan konsekuensi dari amalnya, meskipun kehidupan akhirat secara sempurna baru berlangsung setelah hari kebangkitan.Amal menjadi bekal setelah kematianKetika seseorang meninggal dunia, harta, jabatan, gelar, maupun kedudukan yang dimilikinya selama hidup tidak lagi menjadi bekal utama. Yang dibawa adalah amal yang telah dilakukan selama berada di dunia.Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Zalzalah ayat 7-8:فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ"Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ"Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."Ayat tersebut menegaskan bahwa setiap amal manusia memiliki konsekuensi. Tidak ada perbuatan yang dianggap terlalu kecil untuk diperhitungkan oleh Allah SWT.Dalam konteks alam barzakh, amal baik menjadi sumber kenikmatan bagi orang yang menjalankannya, sedangkan keburukan dapat menjadi sebab datangnya kesengsaraan.Baca juga: Perayaan Tahun Baru Masehi menurut Islam, ini pendapat para ulamaManusia berada di alam barzakh sampai hari kiamatAlam barzakh berlangsung sejak kematian hingga datangnya hari kiamat. Manusia yang berada di dalamnya kemudian akan dibangkitkan ketika hari kiamat tiba untuk menjalani kehidupan akhirat.Gambaran mengenai keadaan tersebut juga terdapat dalam Surah Ghafir ayat 46:...