DKI sepekan, penanganan tawuran hingga PLTU Suralaya penyebab polusi

Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 06.32
DKI sepekan, penanganan tawuran hingga PLTU Suralaya penyebab polusi

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa yang terjadi di DKI Jakarta selama sepekan terakhir mulai dari penanganan tawuran di Jakarta harus dilakukan berkelanjutan secara jangka panjang hingga pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten, salah satu penyebab polusi udara di Jakarta.Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca kembali:1. Pramono: Penanganan tawuran di Jakarta dilakukan berkelanjutanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan penanganan tawuran di Jakarta harus dilakukan berkelanjutan secara jangka panjang, salah satunya dengan menyediakan fasilitas publik untuk menyalurkan energi anak muda.Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ingin menangani tawuran secara kasuistik yang hanya menyelesaikan persoalan dalam jangka pendek.Berita selengkapnya klik di sini2. DPRD DKI dan TAPD sepakati APBD Perubahan 2026 sebesar Rp79,59 triliunBadan Anggaran DPRD DKI Jakarta bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2026 sebesar Rp79,59 triliun.Hal itu menunjukkan penurunan dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp81,3 triliun.Berita selengkapnya klik di sini3. DKI kirim bantuan senilai Rp5,8 miliar untuk korban gempa di NTTPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengirimkan bantuan senilai Rp5,8 miliar untuk masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT)."Bantuan ini hasil dari pengumpulan yang dilakukan oleh ASN, perangkat daerah, kemudian BUMD, Baznas/Bazis DKI Jakarta. Terkumpul sebesar Rp5.853.728.500," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat melepas bantuan itu di Balai Kota Jakarta, Kamis.Berita selengkapnya klik di sini4. Pemprov DKI targetkan penurunan emisi gas rumah kaca 30 persen pada 2030Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030 sebagai bagian dari upaya mencapai Net Zero Emission pada 2050.Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan transportasi menjadi fokus utama karena menyumbang 52 persen dari total emisi langsung di Jakarta.Berita selengkapnya klik di sini5. Pramono sebut PLTU di Suralaya jadi salah satu penyebab polusi di DKIGubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyebutkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di kawasan Suralaya, Cilegon, Banten, merupakan salah satu penyebab polusi udara di Jakarta.Menurut dia, persoalan polusi Jakarta tidak hanya berasal dari kendaraan dan sektor transportasi, namun aktivitas industri di wilayah sekitar Jakarta juga menjadi sumber emisi yang perlu diperhatikan.Berita selengkapnya klik di siniPewarta: Ilham KausarEditor: Syaiful Hakim Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.