REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pengawasan terhadap operasional penerbangan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan asap karhutla masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah bandar udara. Setiap keputusan operasional penerbangan diambil dengan menjadikan keselamatan sebagai pertimbangan utama.
“Kami tidak akan berkompromi terhadap keselamatan. Apabila jarak pandang berada di bawah batas minimum operasional, penerbangan dapat mengalami keterlambatan, pembatalan, penundaan, maupun pengalihan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Baca Juga
Malaysia Siap Bantu, Indonesia Intensifkan Pemadaman Karhutla
Seskab Teddy: 60.000 Personel Gabungan Dikerahkan Padamkan Karhutl...