Polinela-Unila terapkan IoT dan PLTS untuk penyiraman kebun terong

Senin, 10 Agustus 2026 pukul 17.56
Polinela-Unila terapkan IoT dan PLTS untuk penyiraman kebun terong

Sumber Berita Asli

Berita Terkini - ANTARA News

Baca di Website Asli ↗
...kami menghadirkan teknologi yang benar-benar mandiri energi dan ramah lingkunganLampung Selatan (ANTARA) - Politeknik Negeri Lampung (Polinela) bersama Universitas Lampung (Unila) Polinela menerapkan sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) bertenaga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kebun terong Kelompok Wanita Tani (KWT) Anyelir, Lampung Selatan.Inovasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).Ketua Tim Pengabdian, Dila Febria, di Lampung Selatan, Senin mengatakan penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu KWT Anyelir mengatasi keterbatasan tenaga dan waktu dalam penyiraman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik konvensional.“Dengan memadukan IoT dan PLTS, kami menghadirkan teknologi yang benar-benar mandiri energi dan ramah lingkungan. Anggota KWT Anyelir kini tidak perlu lagi menyiram secara manual satu per satu tanaman terong,” kata dia.Ia menjelaskan sistem penyiraman bekerja secara otomatis berdasarkan sensor kelembapan tanah. Ketika sensor mendeteksi tingkat kelembapan berada di bawah batas optimal, pompa air akan aktif untuk menyiram tanaman.Baca juga: Mahasiswa UMM kembangkan teknologi plasma penyembuhan luka diabetesSebaliknya, pompa akan berhenti secara otomatis setelah kelembapan tanah mencapai tingkat yang telah ditentukan.Menurut dia, penggunaan PLTS menjadi sumber energi mandiri untuk mengoperasikan pompa air dan perangkat IoT sehingga dapat membantu menekan biaya operasional kelompok tani.Selain pemasangan perangkat, tim pengabdian juga memberikan pelatihan teknik budi daya tanaman terong serta pendampingan teknis pengoperasian sistem penyiraman menggunakan aplikasi pada telepon pintar.Sebanyak 15 anggota KWT Anyelir mengikuti kegiatan pemasangan instalasi PLTS, perangkat penyiraman berbasis IoT, serta penerapannya pada area kebun terong.Melalui penerapan teknologi itu, kolaborasi Polinela dan Unila diharapkan dapat mendorong modernisasi pertanian di tingkat masyarakat melalui penerapan konsep pertanian cerdas yang efisien, ramah lingkungan, dan mandiri energi.Baca juga: Mahasiswa UMM kembangkan sirup sehat untuk atasi surplus gulaProgram itu juga sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam memberikan solusi berbasis teknologi terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas budi daya pertanian.Sementara itu, ketua KWT Anyelir Vera Nova menyambut baik penerapan teknologi energi terbarukan tersebut karena dinilai membantu anggota kelompok dalam menghemat waktu dan biaya operasional kebun.“Kami sangat bersyukur dan terbantu. Selain penyiraman menjadi otomatis dan hemat waktu, ketersediaan daya dari panel surya membuat operasional penyiraman otomatis kebun terong ungu tidak membebani biaya listrik kami,” katanya.Dirinya berharap inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga sistem yang diterapkan juga mampu mendukung kebutuhan irigasi di rumah kaca atau greenhouse milik KWT Anyelir.Baca juga: Mahasiswa USK Aceh olah ikan bilih lokal jadi produk makanan cemilanBaca juga: Mahasiswa USK Aceh ubah limbah kulit ikan tuna jadi losion anti nyamukPewarta: Riadi GunawanEditor: Bernadus Tokan Copyright © ANTARA 2026 Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Berita Terkait Lainnya